Thursday, November 25, 2010

ALL ABOUT DIKLATSAR KSR PMI UNIT UNS



Sepotong kisah hidupku ini, semuanya bermula ketika aku menemukan selembar kertas berisikan Open Recruitment KSR. Aku ingin mendaftarkan diri di hari terakhir Gelombang ke-2 dan kuajaklah si Thiara menemaniku ikut KSR. Setelah mengikuti seleksi, wawancara dan daftar ulang,, akhirnya tibalah saat dimana kami (para junior KSR) mengikuti diklat yang terbagi menjadi 2 yaitu diklat ruang dan diklat lapangan. Diklat ruang diadakan tanggal 29 – 31 Oktober 2010 dan diklat lapangan yang diadakan minggu kemarin, tepatnya tanggal 4-7 November 2010.

Ketika mengikuti diklat ruangan di hari kedua (karena saya telat dan tidak mengikuti diklat dari hari pertama) cukup kaget juga ketika datang-datang langsung disambut oleh Sie INDIS (disipliner). Bunyi alarm pertamaku kusambut dengan perasaan tak terlalu ngeh, seperti buih yang gampang terbawa oleh ombak, aku ikut-ikutan temen2ku yang berlari menuju kearah suara di lapangan tengah gedung POK UNS. Seluruh siswa disuruh berbaris dengan tertib dan cepat. Hmm.. cukup mengagetkan ketika di pagi hari belum sarapan sudah disuruh berkonsentrasi dan lari-lari. Untungnya, saya seorang mantan pramuka dan cukup respon jika ada baris-berbaris ataupun kode-kode mendadak dari pimpinan seperti saat itu.

Acara diklat ruang cukup menyenangkan, namun tanpa disangka sebelumnya ternyata diklat ruang acaranya bermalam dan tidak diperbolehkan pulang jika alasan tidak bener-bener kuat. Alat komunikasi, kunci motor dan barang berharga disita semua oleh panitia. Seperti kambing congek yang tak bisa melawan, kami hanya menuruti apapun yang dikatakan oleh senior kami saat itu. Dua hari yang terasa singkat, namun juga terasa lama ketika kita tidak menikmati prosesnya. Saya jadi keinget dengan kata-kata inspiratif instruktur Rahmat “jika kita menikmati segala proses dalam hidup kita, maka tidak ada kejadian yang terasa sia-sia di hari-hari kita”.

Dua hari yang penuh dengan materi dari instruktur, kesiswaan yang menggantikan rasa kehangatan keluarga yang ditinggalkan, dan kedisiplinan indis yang terasa menegangkan.
2 hari yang hebat karena saya belajar sesuatu yang berbeda dari biasanya, 2 hari berteman dengan teman-teman baru yang nantinya menjadi keluarga saya, 2hari bersama orang-orang yang memberi saya pelajaran hidup yang baru.
2 hari mendapat segudang ilmu baru tentang medis dasar, kePMIan, dan semua tentang KSR dan yang paling akhir adalah materi dari Indis tentang packing peralatan gunung dan pembuatan bivak. (Bivak adalah tenda kecil sederhana yang terbuat dari mantol saat kita berada di daerah pegunungan / sedang mendaki).
Selesai itu, semua siswa diberi tugas alat-alat yang harus dibawa untuk diklat lapangan sekaligus pembagian kelompok angkatan XX.
2 hari tanpa ganti baju, tanpa mandi alhasil pulang-pulang dari diklat bau siswa-siswa yang berjumlah 29 orang pada gak jelas.

Senin, Selasa dan tiba tiba Rabu. 3 hari yang berlalu sangat cepat lebih cepat dari biasanya,, (gak tau tuh..aneh pokoke) semua perkap di hari Kamis belum disiapkan karena masih bingung berangkat kapan. Karena di jurusan Kimia FMIPA UNS tepat 2 minggu ketika saya ikut diklat KSR ternyata berbarengan dengan UTS yang dimana jadwal praktikum juga tidak dihilangkan dari jadwal biasanya. Waahh, harus benar-benar bisa membagi waktu antara ngerjain laporan, belajar buat UTS, rapat, dan banyak kegiatan yang lain. Benar-benar bikin pusing ketika saya dapat laporan dari teman saya yang katanya habis menghadap ke danlap dan dia tidak menjawab apapun ketika dilapori bahwa teman saya mau menyusul dan tidak ikut secara penuh dari hari pertama. (Diamnya bukan membolehkan seperti halnya Nabi, tapi tidak memberikan tanggapan apapun, membuat kita harus berfikir secara dewasa kira – kira alasan apa Danlap seperti itu).

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan pikiran saya ikut berangkat di hari Kamis. Pemberangkatan diawali dengan upacara bersama di depan Porsima. Dari 29 orang yang mengikuti diklat ruang, ternyata seleksi alam berlaku di sini. 6 teman saya mengundurkan diri dengan berbagai alasan dan tidak disangka ternyata yang ikut semuanya adalah para perempuan dan tidak ada lelakinya sama sekali. Ada untung dan ada ruginya. Hmmm…
Setelah upacara pemberangkatan selesai, para siswa disuruh menuju ke stadion. Tanpa disadari ternyata disana telah ada sie INDIS yang telah bersiaga penuh untuk mendisplinkan siswa-siswa dari awal.

Dengan sedikit hukuman, dan pembelajaran bagi kami para siswa yang tidak tertib. Jam3 sore kami berangkat menuju lokasi naik truk..(pengalaman baru^^). Bau solar yang tidak enak dan medan tidak terlalu enak membuat beberapa siswa sakit bahkan ada yang berniat untuk pulang ketika turun. Hadeu..
Sholat di masjid hijau di pinggir jalan (di daerah Kelurahan di atas kebun wortel) yang harusnya pemandangannya sangat indah jadi tak terasa karena kami terus berpacu dengan waktu yang terus bergulir karena sebelumnya indis sudah mengingatkan siswa untuk bergerak cepat agar cepat sampai di atas. (move move move !!!)

Setelah itu, Long March pun dimulai, dari awal berjalan. Tas kami sudah terasa berat, tapi itu belum terlalu terasa karena tenaga kami masih banyak. Jarak yang ditempuh lumayan jauh. Sepanjang perjalanan, kami (baik siswa baik panitia yang menemani) menyanyikan lagu-lagu penyemangat. Lagu yang paling kusuka adalah lagu Long March yang diberikan oleh salah satu indis yang namanya saya lupa. Karena lagu itu benar-benar menggambarkan kondisi siswa-siswa saat itu. Kaki kami benar-benar diseret-seret. Tenggorokan kami benar-benar haus dan dahaga. Tapi kami harus menjalani ini semua dengan semangat satria dan harus siap untuk menunggu instruksi selanjutnya. Saya sudah terbiasa sih jalan jauh dan di medan apapun, tapi ketika saya lihat beberapa teman saya, mereka kelihatan sangat kepayahan dan kecapekan padahal kata indis perjalanan masih sangat jauh. Sepanjang perjalanan, walaupun sangat capek dan terasa berat, semuanya hilang ketika saya teringat akan ssesuatu (yang tidak bisa saya sebutkan disini^^). Long March berjam-jam pun akhirnya selesai dan kami tiba disuatu tempat lapang. Setelah menyantap pembelajaran dari indis, kami makan malam dan itu benar-benar menjadi makan yang terasa enak karena kondisi kami benar-benar lapar dan haus. Hehehe

Perjalanan berlanjut di jalan setapak yang gelap dan sumber penerangan hanya dari senter masing-masing siswa. Benar-benar perjalanan yang mendebarkan, menegangkan dan sebenarnya melelahka. Akan tetapi, kami harus selalu ingat bahwa “KSR pantang mengeluh”..hehe.. sampai di suatu tempat lapang yang ternyata di hari kemudian menjadi tempat diklat kami selama berhari-hari. Kami disuruh berbaris dan dengan hitungan menit kami disuruh membuat bivak dan ternyata pembelajaran teori dengan kenyataan sangat berbeda. Membuat bivak ternyata susah dan alhasil bivak siswa tak ada yang jadi dan itu menyebabkan indis menjadi agak kecewa. Maaf ya ndiss,,. Tidur yang terasa singkat, dingin dan sesak karena bivak kami tidak sesuai standar. Huhuhu...

Pagi hari kemudian, kesiswaan menghibur kami dengan game-game nya setelah sholat subuh dan makan pagi. Stamina kami agak kembali setelah direcharge dengan mie + nasi crispy. Selanjutnya seharian kami ditemani oleh instruktur dan hujan rintik-rintik yang membasahi tenda regu yang telah kami buat sebelumnya bersama ndis Jumadi (lagi-lagi tenda yang dibuat tidak sesuai standar). Hari berganti malam dan waktu berjalan dengan cepat. Pergantian antara instruktur, kesiswaan dan indis berjalan dengan sangat cepat. Setiap akan tidur, kami di ninabobo oleh beberapa seri dari indis yang semoga semakin menyehatkan tubuh para siswa semua. ^^

Semua kegiatan berjalan dengan cepat, semua harus tepat sesuai dengan rencana panitia. Dan tanpa terasa hari berganti menjadi hari ketiga. Di hari ketiga, semua aktivitas sangat menguras tenaga para siswa karena 8 siswa berkurang karena harus kembali ke kampus dan ada agenda penting. Apalagi ketika simulasi bencana, kami benar-benar didekatkan dengan kenyataan dimana jumlah korban dengan jumlah penolon itu berbanding jauh dimana jumlah korban lebih banyak. Yang pertama, adalah simulasi dari korban bencana Merapi yang terguling di jurang dan yang kedua adalah simulasi tentang para penumpang bis yang tertabrak kereta. 2 simulasi yang cukup menguras tenaga para siswa yang berjumlah hanya 15 orang. Dan pada akhirnya, para siswa dibilang tidak semangat dan auranya beda di sore harinya. Padahal menurut saya kami biasa-biasa saja tapi para instruktur, kesiswaan apalgi indis bilang kalo kita tidak semangat.

Di sore harinya, ketika kami lagi sharing-sharing dengan kesiswaan, indis datang dan menyerbu para kesiswaan hingga terjadi bentrok yang cukup menegangkan hingga ada siswa yang menangis. Korlap sampai datang dan melerai mereka. Suatu peristiwa yang berlangsung dengan cepat dan menegangkan. Setelah tu ada sesi sebentar dengan indis ketika kami disuruh tiarap dan jalan menurun menuju suatu tempat yang lebih bawah dari tempat kami berada (yang cukup menguras tenaga kami)Dan pada akhirnya, malamnya..kami dimarahin habis-habisan oleh indis. Kami dibilangin lelet, lemot dan suka ngeblank..hehe.. sebelum tidur seperti biasa kami dininabobokan dengan hutang kami 1angkatan yang sangat banyak dan terus bertambah. Hingga akhirnya kami bisa tidur dengan lebih nyenyak di malam harinya walaupun hanya berapa jam.

Keesokan pagi nya, kami menjalani Long March kami yang kedua untuk turun ke bawah dan pulang. Setelah sholat subuh, makan dan disuruh packing ulang kami mulai jalan ke bawah ditemani dengan seluruh indis (pejalanan yang sama jauhnya dengan perjalanan sebelumnya). Kami hanya berhenti sebentar untuk menarik nafas yang hampir hilang, membasahi tenggorokan dengan sedikit air dan makan seadanya. Sampai di suatu tempat yang agak curam, kami disuruh jalan tiarap dengan medan yang naik. Para siswa yang sebelumnya sudah kelelahan semakin kehilangan tenaganya dan kami dipukul-pukul denagn batang kayu yang dibawa oleh msing-masing indis..huhuuhuhuhu.. setelah itu, ndis Jumadi seperti malaikat karena memberi siswa sebngkus nasi karena saat itu kami lapar.. wajah yang belepotan setelah dirias oleh salah satu indis, kaki yang sudah terseret-seret, beban di pundak yang semakin berat menjadi semakin menjadi-jadi ketika dibawah kami disuruh tiarap dengan jarak yang lebih jauh. Semua hukuman sudah dilahap oleh siswa,, berdiri jongkok, push up, sit up dan lainlainnya. Hingga sampai di puncaknya, indis marah dan mau meninggalkan siswa di area terakhir tersebut. Dan saya adalah salah satu korban ketika ndis Bambang menarik saya dengan kasar dan memarahi saya dan akan mengantarkan saya pulang (tapi dengan wajah tanpa senyum^^). Benar-benar dongkol saya saat itu, tapi apa boleh buat..saya hanyalah seorang junior..hehe
Suatu saat tak terduga ketika tiarap, kesiswaan menyerbu msuk ke sesi indis dan bertengkar melanjutkan pertengkarannya yang kemaren kali ya??mendebatkan para siswa yang parah perkembangannya..stagnan bahkan menurun. Suatu saat yang lebih menegangkan karena medan saat itu saya lihat sangat menakutkan karena bawah jalan tempat kami tiarap adalah tanah yang landai dan mereka benar-benar totalitas dalam bertengkar. Danlap melarai untuk kedua kalinya, dan akhirnya indis yang pergi dan salah satu teman angkatan saya menangis sejadi-jadinya pengin pulang karena udah tidak tahan. Setelah melalui proses penenangan yang panjang tibalah suatu saat ketika kami disuruh memakai penutup mitela dan saya rasa teman saya diculik satu-satu dan digiring bergilir ke suatu parit atau sungai kecil oleh kesiswaan. Tapi, saya juga merasakan bau indis ketika saya disuruh meluncur ke bawah untuk mencari tas yang sudah saya lempar ke sungai sebelumnya (karena bau indis semua sama..^^). Sesi terakhir lebih menguras tenaga saya karena sebelumnya saya sudah disuruh tiarap dll sebelum indis meninggalkan kami. Dan tanpa disangka, saya terjun ke bawah saat di sungai dengan kepala di bawah sehingga hidung saya kemasukan air dan saya tidak bisa bernafas selama beberapa detik. Perjalanan yang sebenarnya singkat itu terasa jauh karena ditempuh dengan jalan tiarap, jongkok dll..huhuhuhu.. untung teman-teman menyemangati dari kejauhan karena saya mendengar suara mereka sayup-sayup. Akhirnya saya sampai di tempat terakhir dan saya diistirahatkan sebentar sampai akhirnya menjalani upacara penutupan. Dan disini, terjadi pertengkaran segitiga antara instruktur, kesiswaan dan indis tentang siswa yang pantas untuk dilantik.. pertengkaran yang lebih mengerikan dari sebelumnya (apalagi ada inst Dimas yang agak lebay getoh..^^). Kami disuruh menutup mata selama beberapa saat yang cukup lama dan kami digiring 1 1 oleh kesiswaan (karena saya digiring oleh sis Roifah). Kami ditanya bermacam-macam tentang komitmen dan lain-lainnya tentang KSR. Dan tanpa disadari, ketika saya berada di depan inst Rahmad ternyata dia bilang bahwa “saya pantas untuk dilantik” sembari menyuruh saya mencium suatu barang yang saya tidak tahu itu apa sambil diguyur dengan air kembang sampai saya merinding. Dan ternyata terakhir kami 1 angkatan dinyatakan TERLANTIK semua.. bahagianya.. sepotong episode hidupku yang sangat funtastis selama 7 hari saya ikut diklat karena banyak pelajaran hidup yang sangat berharga.. apalagi masalah waktu, saya lebih menghargai waktu daripada kemaren-kemaren karena “1 detik berarti nyawa seseorang”.

Pesan dan kesan tentang :
Instruktur
Instruktur mengajarkan banyak ilmu tentang medis yang semoga berguna untuk saya selanjutnya. Maaf ya inst, kalo ada materi dari kalian yang belum saya kuasai scara penuh karena itu adalah materi baru bagi saya. Makasih juga buat para instruktur karena memberi julukan pada angkatan XX sebagai “KSR Angel : JOSH”
Insstruktur favorit saya adalah 2 :
Instruktur IMAM MUSTHOFA
Karena wajahnya mengingatkan sahabat saya yang baik (ngapakerz)..sama-sama dari orang bukan kota tapi disini jadi orang yang cukup bermanfaat bagi orang lain. Selain itu apa ya,, lumayan lucu..
Instruktur DIMAS
Karena materinya mudah masuk ke otak saya kalo dia yang menerangkan. Selain itu, enak kalo diajak debat ilmiah .. hehehe

Kesiswaan
Kesiswaan memberikan perhatian yang mengingatkan saya dengan keluarga saya..
Sis favorit saya adalah :
Sis ROIFAH FAJRI
Karena paling komunikatif dan paling dekat dengan siswa – siswa angkatan XX.. setia mendampingi kami selama 7 hari tanpa adanya absen sama sekali.
Sis BUDI YAQUB BUSRO :
Karena dia bertanggung jawab dengan keadaan semua siswa dan cukup perhatian.. setia mendampingi kami selama 7 hari tanpa adanya absen sama sekali.

Indis
Walaupun saya pernah berperan seperti mereka sebelumnya, saya sangat salut dengan mreka karena totalitas mereka dalam menjalankan tugas sebagi sie kedisiplinan sungguh totalitas dan itu adalah suatu pekerjaan yang saya tau sangat sulit dan membuat capek. Terima ksih buat indis karena sudah memberi julukan angkatan XX sebagai angkatan MENTHOK. ^^
Ndis favorit saya adalah :
Semua indis adalah favorit saya : ndis Ibnu Khamadani, Dedi santoso, Sidiq Nugroho, Jumadi, Bambang, Ade apalagi cewek2nya..hehe
Tapi yang paling favorit adalah :
Ndis JUMADI
Paling baik di antara indis – indis yang baik. ^^
Ndis SIDIQ NUGROHO
Di balik diamnya tersembunyi suatu aura aneh.
  
Long march adalah jalan jauh..
Yang harus kita tempuh.. dengan semangat satria..
Naik gunung.. turun gunung..
Dan tanpa mengenal lelah,
Kaki lecet sepatu diseret
Tenggorokan haus dahaga..
 Siap tunggu perintah, buka fitpluss!!