Wednesday, June 18, 2014

Congra-duation @risaumamink :)

14 Juni 2014 menjadi hari yang selama ini ditunggu. Akhirnya, saya (Riza Umami Nur Khalimah) resmi diwisuda dan menjadi alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta. Hari itu menjadi sangat istimewa karena setelah sekian tahun dan bulan menempuh studi, akhirnya saya memakai toga (sesuatu yang sangat diimpikan segera dipakai oleh seorang mahasiswa normal) #LOL
Kisah sampai berada di titik ini menjadi sebuah sepotong episode kehidupan yang klimaks dan penuh kenangan. Masih segar di ingatan ketika 27 Januari 2014 saya dinyatakan lulus, namun ternyata Allah SWT belum mengijinkan saya mengikuti wisuda di bulan Maret bersama sahabat - sahabat perjuangan saya ketika skrips*an. 

"Jangan mengeluh. Ingat siapa yang menunggumu diujung perjalanan ini dan siapa yang berada disampingmu sekarang, yang berjuang bersama-sama denganmu. Mereka, tidak ingin kau gagal. jadi, berusalah semaksimal mungkin" 


"Darahku terbuat dari keringat ayah yang pulang kerja larut malam dan air mata ibu yang berdoa sebelum pagi". Orang yang harus kita ingat ketika kita sukses adalah orangtua kita, yang tidak pernah meminta imbalan atas jasa mereka selama ini membesarkan kita sampai detik ini. :')

Ini adalah salah satu tanda kasih sayang dari kalian semua :)
"Setiap pertemuan pasti memiliki maksud yang sempurna. Untuk kamu, saya ada. Dan untuk saya, kamu ada. Kita hadir untuk menyempurnakan satu sama lain."
Special thanks to :
  • Allah SWT yang telah memberikan saya keistiqomahan untuk menyelesaikan studi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
  • Bapak dan Ibu (Imri Ahmad Kamal dan Pasyektini) yang telah memberikan kasih sayang tak terkira selama ini.
  • Keluarga dan saudara :)
  • Saudara "kembar tidak identik" saya : Annisa Inayati MS, semoga kamu menjadi dokter yang amanah.
  • Dek Amir a.k.a Imam yang telah mengorbankan waktu belajarnya sebelum SBMPTN untuk menjadi fotografer gretong-an kami. :)
  • Ukhtun : Athiyah, Majedha Hayun (bersama mas Argitalia Fajar), Thiara Mardi dan Mbak Esti Handayani.
  • Alberta Shendy L dan Naulul Neil yang sudah jauh jauh dari Jogja untuk menghadiri wisuda kami (@risaumamink dan @iinms)
  • Adek  adek AAI : Ita Permadani, Wiwing Frimadasi, Sekar Handayani, Dewi Ariyani, Ima Yuli, Wiwiek Karina, Susanti, Shanti Astuti.
  • Temen  temen Kimia UNS angkatan berapapun, beserta kawan kawan jurusan lain se-FMIPA UNS :)
  • Squad Media JN Ukmi UNS, Temen  temen JN UKMI UNS, SKI FMIPA UNS, Relawan Rumah Zakat Solo (terutama Puput dan mbak Kurnia), Himamia FMIPA UNS dan yang lain - lainnya. 
  • Temen temen IEC, ILC-NLC, Forum Indonesia Muda dan tak lupa anak anak Tembi #LOL
  • Geng Katalis yang telah ada dalam suka dan duka (Nina Prihastuti, Nurul Muti, Sekar Kinan, Tiara Diah S, Brigitta Yevi, Prima Susan)
  • Teman  temin : Sekar Wijayanti, Thita Haryati, Ekky Pradila, Yunita Junior, Revolusi PS, Herlina Nurwidya, Olla Ishmatul, Caesar Adek, Aditya Wendha.
  • Adek adek : Shofiyyah Zahrah, Yezi Erlestya, Nur Laela, Dwi Rahayuningsih, Miaw Pusshy,
  • Mereka yang tidak boleh disebut namanya :)
  • Mbak - mbak Kost Filantropi
  • Mas "pemetikhujan" atas boneka-nya :)
  • Teman  teman yang tidak sempat hadir di wisuda saya namun tetap memberikan untaian doanya secara langsung atau tidak. Karena,
"Jauh dan tetap saling mendoakan lebih baik daripada dekat namun saling melupakan. Karena mendoakan adalah sebaik-baiknya mengingat seseorang."

  • Oh iya, ada yang belum tersebut? :D 

Dan, sehari setelah wisuda dengan kaki dan tangan yang masih terasa pegal saya bersama 11 teman yang lain (Rhozifah Azmi, Puput Azizah, Dian Chusna, Wiwich Puspa, Ela, Siti Hanifah, Menik Lestari, Bayu Eka, Danu Dwiyanto, Prasinto dan Syahid Musthofa) berangkat mendaki ke Gunung Lawu. Pendakian direncanakan dari pos pendakian Cemoro Sewu dan dengan target puncak Lawu. Ashar berangkat dari Solo dan Maghrib kami tiba di pos. 07.30 kami mulai mendaki dan sampai di puncak 12 jam kemudian dengan rincian perjalanan sampai di pos 1 selama 1 jam, pos 2 selama 2,5 jam, pos 3 selama 3.15 jam, pos 4 selama 2 jam, sampai pos 5 selama 2 jam dan akhirnya sampai puncak selama 00.30 menit.

"Mari melesat dengan ijin Allah, tidak ada yang menghalangi diri kita kecuali diri kita sendiri"
Pendakian kali ini mengajarkan bahwa apapun yang terjadi, berangkat lengkap pulang harus lengkap. Salah seorang anggota rombongan yang kambuh sakit pribadinya menguji persaudaraan,ukhuwah, kesetiakawanan dan pengorbanan kami serombongan. Langkah demi langkah yang sudah berat ketika berangkat, semakin menjadi - jadi. Dan akhirnya, titik kulminasi kami alami di pos 1 saat turun gunung ketika teman kami sudah lemas tak berdaya dan tak kuat berjalan sementara kondisi di gunung mulai turun hujan tiba - tiba. Dan akhirnya, setelah sampai di basecamp kami mencari IGD terdekat yang ternyata hanya ada di pasar Tawangmangu yang jaraknya lumayan jauh dari pos basecamp.
"Supaya tidak lelah berjalan, maka berjalanlah dengan membawa doa dan harapan. Bukan kenangan."
Pulang menuju Solo dalam keadaan ngantuk dan rombongan yang terpisah. Back to Solo, back to reality. Euforia pendakian dan wisuda telah berlalu. Dan sudah saatnya, saya menyadari bahwa saya mahasiswa "Universitas Kehidupan" :)

Saya jadi teringat sebuah pertanyaan dari seorang teman lewat akun Tumblr saya, "habis wisuda ngapain kak? nikah? kerja? :D". Saat itu saya menjawab : apapun yang digariskan sama Allah, saya terima dengan penuh kesiapan dan kemantapan hati untuk menjalaninya. Benar kan? Rejeki, jodoh dan kematian itu adalah rahasia Allah SWT. Manusia hanya bisa berencana, namun Allah-lah yang nantinya akan menentukan #LOL.

Teringat sebuah kalimat yang pernah dikatakan oleh kak Dian Sastrowardoyo, "Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas". Ya, lepas kampus saya akan terus mengembangkan potensi diri dan ilmu saya agar saya menjadi seorang ibu yang cerdas, apapun karir saya nanti :)
"Tapaki tangga citamu setinggi yang kau mau, sekuat yang kau mampu, selama yang kau bisa. Tapi pastikan selalu, agar tanggamu bersandar pada dinding yang tepat."
Sebuah nasehat yang sangat bagus untuk siapapun yang sedang mengukir mimpinya. Mari selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik tanpa melupakan Dzat yang telah Menciptakan Kita. See you on the top !!! :)

Sekian :)