Sunday, August 14, 2016

Ekonomi Kreatif & Pembangunan Peradaban Humanis: Pengalaman 12 Tahun ACT

Surprise, mendapat kehormatan pertama mengisi seminar WA Grup KAHMI-HMI Sulteng, dengan tema “ekonomi kreatif”. Definisi di Wikipedia menyebutan, ekonomi kreatifadalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan darisumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.[1] Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.[2] Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi sampai pada taraf ekonomi kreatif setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapi dengan konsep ekonomi informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi.[2]

Dari definisi ini, relevan kerja Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang 21 April lalu  berumur 12 tahun, yang mendayagukan isu (informasi) sebagai pijakan membangun partisipasi melalui langkah-langkah komunikasi ke tengah masyarakat. ACT dengan begitu melakoni managing issue, managing people dan managing resources. Karena isu, sebuah program dirancang, dengan kreaivitas isu diverbalkan dan dinarasikan, diisualkan, diaktivasi.Berkat aktivasi itu kepedulian tergalang, dan dengan implementasi trust menguat, dan ACT sendiripun tumbuh dan berkembang.Tumbuh, karena melahirkan anak-anak lembaga, berkembang karena size lembaganya juga membesar.

Dari lima orang ketika dirintis 1 tahun lalau dengan pencapaian donor – kebanyakan domestic sebesar Rp5 miliar, hari ini mencapai Rp100 jutaan dengan 150-an personil di Jakarta, dan Cabang Bandung, Surabaya, Yogya dan Semarang; serta setengah jutaan relawan di seluruh Indonesia (terutrama kawasan bekas jejak bencana, dan sejumlah relawan di 40-an negara – salah satu jembatannya, karena kerjasama ACT dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia yang ada di 40-an negara).

Bagaimana Kami Bekerja?

Berangkat dari respon bencana, kerja heroik mengelola isu kedaruratan, menjaidkan ACT – kalau itu sebuah produk, top of mind di isu bencana. Terutama di Indonesia.Ini modal awal.Investasi tahun-tahun pertama kami, berjibaku di hamper semua bencana besar di Tanah Air, kemudian gelombang kepercayaan membesar sehingga memampukan ACT merambah bencana alam global.Isu, dikapitalisasi dengan mendiseminasi semua tahapan kerja kita. Kekuatan informasi, di mana kami bekerja, apa yang kami lakukan, separah apa korban-korban bencana, menjadi magnitude alternative yang membuat para pegiat kemanusiaan sebagai darling media. Ada informasi “seksi” selain politik dan kekerasan: bencana kemanusiaan. Media, membantu ACT melejitkan namanya.