Wednesday, April 3, 2013

Kenapa Harus Menulis??? ( ˙⌣˙)

gambar via Google


Note : Ditulis dalam rangka melengkapi tugas pribadi sebagai delegasi FSLDK Soloraya dalam RAPIMNAS FSLDK (Rapat Pimpinan Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia) di Universitas Airlangga 28-31 Maret 2013.

Masih dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, gedung GRABIK FK UNAIR Ahad (31 Maret 2013) kembali bergema dengan Seminar Jurnalistik. Jusman Dalle selaku pembicara memompa semangat menulis para peserta. Para peserta yang menghadiri seminar jurnalistik ini adalah para peserta Rapimnas FSLDK yang berasal dari seluruh penjuru tanah air Indonesia dan beberapa mahasiswa Universitas Airlangga.
Kenapa menulis? Alasan seseorang untuk menulis ada bermacam-macam. Di dalam QS. Al-‘Alaq ayat 4, seorang muslim wajib menuntut ilmu, salah satunya adalah dengan pena atau menulis. Bahkan kita sebagai mahasiswa harus bisa menulis, hendak lulus kuliah pun harus menulis skripsi (skripsinya sudah nyampe bab berapa ya sekarang?? Hhehehehe.. ). Sepotong hadits ini pun sangat akrab di telinga kita >> “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Dengan menulis, maka ilmu yang akan kita peroleh sekarang akan bisa dipelajari oleh generasi yang akan datang karena tulisan adalah warisan peradaban yang tak lekang oleh waktu. Ketika kita menulis, maka transformasi ide akan berjalan secara kontinyu karena ketika seseorang menulis dia harus mempunyai bekal ilmu yang cukup untuk merangkai ide – ide yang ada dalam pikirannya. JOSH !
Seorang Napoleon Bonaparte saja pernah berujar, “Saya lebih takut kepada pena seorang penulis ketimbang 1000 bedil tentara musuh”.  Karena dengan menulis, ilmu dapat tersalurkan dan ide dapat tersampaikan. Di samping itu hanya dengan menulis dapat mengubah dunia. Maka keterampilan menulis sangat penting untuk diperbaharui dan dilatih. Namun, sayangnya tidak semua orang memiliki kesadaran untuk menulis. Inilah peran kita menularkan semangat menulis :)
Ilmu itu ada dalam akal fikiran, lisan dan tulisan tangan (HR. Ibnu Katsir). Di masa sekarang ini, peradaban ditegakkan oleh pena. Abad 20 adalah era saling mempengaruhi melalui opini publik, bisa kita lihat beberapa tokoh politik hancur image-nya di mata publik hanya karena media. Media sebagai hakim publik dan masyarakat sebagai Jaksa penuntutnya.
Pentingnya menulis dan meningkatkan kemampuan menulis juga perlu diimbangi dengan meregenerasi dan menularkan keahlian serta semangat dalam menulis. Sebagai aktivis Dakwah Kampus, perlu bagi seorang aktivis pandai menulis untuk lebih menarik perhatian pembaca dan masyarakat untuk menyimak isi dari dakwah yang disampaikan. Tak dipungkiri lagi kecepatan perkembangan teknologi menuntut para aktivis untuk meng-upgrade  diri. Ada sebuah selentingan yang menggelitik telinga kita “jangan menulis untuk mencari uang”. Benar sekali, ketika kita menulis untuk mencari uang maka ide dan intelektualitas kita akan terbeli. Selain itu, ketika kita mengirimkan karya kita ke media maka kita harus tahu medan dan sifat – sifat media tersebut. Ada beberapa media massa yang anti t****yah seperti T**po dan Kom**s.
Lalu bagaimana tips menulis yang tepat? Jusman Dalle memberikan beberapa tips penting bagaimana memulai menulis, yaitu dengan mencari ide tulisan dan membuat kerangka. Ide didapatkan dari membaca, melihat, mendengar, berfikir, berdiskusi.  Sehingga diperoleh sebuah gagasan untuk dituangkan dalam tulisan. Karena kunci utama dalam menulis adalah mempertajam firasat. Selain itu Judul tulisan juga mempengaruhi minat pembaca. Menurut Jusman Dalle, judul tulisan itu harus to the point, misterius, provokatif, singkat dan padat, berpola, original. Contoh judul berpola : ‘Rawan Pangan Negeri Pertanian’. Selain itu, buatlah kalimat pembuka yang baik dan mengalir agar pembaca merasa nyaman membaca hasil tulisan tangan kita.
Jika terkadang beberapa orang memiliki kesulitan dalam mencari ide, maka salah satu peserta seminar tersebut mengungkapkan bahwa “dia terlalu banyak ide”. Tips yang ditawarkan oleh mas Jusman adalah fokuslah pada salah satu ide kemudian selesaikan, (Allah pun telah berfirman di QS 94:7 yang artinya Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain..) karena dengan fokus kita akan menaikkan bargaining position diri kita. Selain itu, passion sangat diperlukan dalam menulis karena hal itu akan membawa tulisan kita lebih valuable di mata publik. Masalah lain dalam menulis adalah ketakutan untuk beropini. Hal ini bisa saja terjadi karena faktor kekurangsiapan kita dalam menguasai tema yang diangkat, sehingga kita harus lebih banyak menambah wawasan kita ^^. Ketika dikritik orang janganlah merasa rendah diri , justru kitalah yang harus berterimakasih padanya karena dia telah memperbaiki kekurangan kita.
JADIIII, jangan patah semangat untuk terus berdakwah lewat tulisan. Menulis bisa jadi kunci kesuksesan dan dengan menulis KITA DAPAT MENGUBAH DUNIA. :)

sumber : dakwatuna.com dengan banyak sekali perubahan :)