Wednesday, April 15, 2015

Relawan Rumah Zakat (@Relawan_RZ) Indonesia


Relawan Rumah Zakat Solo adalah sebuah komunitas relawan yang bersinergi dengan kantor Rumah Zakat cabang Solo(www.rumahzakat.org) suatu lembaga sosial yang concern pada bantuan kemanusiaan yang didirikan oleh Abu Syauqi (1998), salah satu tokoh dai muda Bandung, bersama beberapa rekan di kelompok pengajian Majlis Taklim Ummul Quro. Dengan mengusung tiga brand value baru : Trusted, Progressive dan Humanitarian, Rumah Zakat menajamkan karakter menuju “World Class Socio-Religious Non Governance Organization (NGO)”.

Slogan “Tetap Semangat Bahagiakan Umat” yang dilanjutkan dengan takbir menjadi ruh yang senantiasa menjadi semangat untuk tetap istiqomah membuat orang lain tersenyum karena pengabdian tulus para relawan Rumah Zakat. Jaringan Relawan Rumah Zakat ada di seluruh kantor cabang Rumah Zakat di beberapa kota Indonesia. Bisa dicek disini : Jaringan Relawan Rumah Zakat se-Indonesia

Friday, April 10, 2015

Tips Memotret Anak - Anak

Memotret anak-anak menjadi salah satu hal yang mengasyikkan. Ekspresi lugu, tingkah polah yang spontan menjadi daya tarik tersendiri untuk diabadikan. Namun terkadang, mengabadikan daya tarik anak-anak kedalam frame tidak semudah menikmatinya dengan mata telanjang.  Seringkali hasil yang tertangkap kamera tampak blur semua dikarenakan gerak dinamis mereka, atau terlambat menangkap momen.
Artikel ini akan berbagi sedikit pengalaman memotret makhluk paling jujur dan menyenangkan ini. Selamat membaca …

1. Persiapkan Kamera

Banyak hal tidak terduga ketika memotret anak kecil. Mereka bisa saja tersenyum, berlari, merengut, menangis dan tertawa dalam waktu yang bersamaan. Gerak mereka pun lebih dinamis dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, selain pendekatan yang tepat, kita pun harus mempersiapkan kamera dengan tepat. Untuk sesi foto bersama anak-anak, saya biasa mengatur kamera dengan beberapa pilihan pengaturan sebagai berikut:

# Gunakan Continue Mode / Burst (atau Mode Scene: Sports) 

Karena anak-anak cenderung banyak bergerak, kita akan kewalahan jika memaksakan kamera menangkap berbagai gaya anak di mode Single. Gunakan mode continue/burst atau jika menggunakan settingan otomatis gunakan scene sports/children.

# Atur Shutter Speed Yang Aman

Ekspresi anak-anak menjadi salah satu fokus utama saat memotret. Agar ekspresi anak tampak tajam dan terekam dengan baik, gunakan shutter speed yang aman. Saya biasanya mengatur Shutter Speed di angka 1/60 – 1/100 atau lebih cepat.

2. Dekati, Kenali!

Anak-anak sering malu jika lensa membidik gerak-gerik mereka. Kebanyakan mereka memilih bersembunyi dibalik tubuh orang tuanya, atau sesuatu yang bisa dijadikan tempat bersembunyi. Langkah awal, lakukan pendekatan, ajak mereka berkenalan layaknya teman. Puji baju yang mereka kenakan, atau sekadar memuji rambutnya yang lucu. Anak-anak senang dengan pujian. Setelahnya, biarkan kita terlibat langsung dalam kegiatan mereka.

Sunday, April 5, 2015

Selamat dan SAMARA :)


بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَينكَمُاَ فِيْ خَيْرٍ