Tuesday, September 17, 2013

Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) Pendidikan Dasar (Diksar) Relawan Rumah Zakat

JUKLAK (PETUNJUK PELAKSANAAN) PENDIDIKAN DASAR (DIKSAR)

CALON RELAWAN RZ TAHUN 2013

Muqadimah
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, hanya dengan izin dan kehendak-Nya maka petunjuk pelaksanaan DIKSAR calon relawan RZ tahun 2013 ini dapat terselesaikan.Semoga dengan adanya juklak ini bisa menjadi panduan bagi rekan-rekan relawan cabang untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Sudah begitu lama gaung diksar relawan tidak terdengar. Kini gaung itu kembali menggema dan kian hari kian meningkat. Diakui tidak diakui, moment diksar adalah moment relawan yang paling ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak dengan diksar silaturahmi yang sempat terputus dengan relawan lama bisa terhubung kembali, dengan diksar kita mampu menyamakan rasa, persepsi, pikiran dan keinginan, dengan diksar kita bisa belajar dan berlatih bersama. Dan dengan diksar kita akan menyambut generasi baru relawan RZ.
Semoga dengan dilaksanakannya diksar di relawan akan semakin mensolidkan antar pribadi relawan. Menghasilkan relawan yang bermental tangguh, mandiri, sigap, tanggap, cekatan, rela berkorban, loyal, kreatif dan mampu menjadi seorang pemimpin.

BAB 1
Pendidikan Dasar, Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini disebut dengan PENDIDIKAN DASAR yang kemudian disingkat menjadi DIKSAR. Penamaan diksar diambil dengan pemahaman bahwa selama kegiatan ini berlangsung akan diberikan materi-materi yang bersifat materi dasar setiap makhluk hidup. Yakni materi tentang bagaimana mempertahankan hidup.
Maksud dan tujuan diksar adalah ;
1. Diksar merupakan salah satu tahapan/proses kaderisasi yang harus diikuti oleh setiap calon relawan RZ.
2. Diksar merupakan proses legalitas carel menjadi relawan RZ.
3. Diksar merupakan salah satu wadah pembinaan dan pembentukan karakter relawan.
4. Diksar merupakan salah satu simulasi kondisi yang akan dihadapi relawan saat menjalankan tugas.
5. Diksar merupakan salah satu wadah evaluasi pemahaman materi yang telah diberikan selama kampus relawan.

BAB 2
Hasil kegiatan, Sasaran kegiatan, Pola Pelaksanaan
Kegiatan diksar dilaksanakan dengan mengacu kepada hasil/output kegiatan yang ingin dicapai, yakni ;
1. Peserta memahami akan urgensi diksar.
2. Peserta memahami mengapa ada kegiatan diksar di relawan.
3. Peserta memahami dan mengerti akan peran, tugas dan fungsi relawan.
4. Terbangun mental dan karakter relawan yang mandiri, tidak banyak mengeluh, inisiatif, solid, bertanggung jawab, jujur dan sigap.
5. Terbangun rasa memiliki, loyalitas dan kebanggan menjadi bagian dari relawan RZ.
6. Terbangun rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama relawan RZ, sehingga bisa saling membantu dan menjaga.

Sasaran kegiatan diksar relawan adalah ;
1. Calon relawan (carel) yang telah memenuhi persyaratan dan telah lulus seleksi panitia pelaksana.
2. Relawan RZ yang belum pernah mengikuti kegiatan diksar sebelumnya.

Pola pelaksanaan ;
1. Diksar dilaksanakan dengan konsep outwardbound training.
2. Diksar dilaksanakan dengan menerapkan pola mental ideologi kepada seluruh peserta.
3. Diksar dilaksanakan dengan fokus pembelajaran motorik dan kognitif peserta.
4. Diksar dilaksanakan dengan RPP (rencana proses pembelajaran) berupa simulasi materi dan study kasus.

BAB 3
Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan, Kriteria Tempat Kegiatan
Mengacu kepada pola pelaksanaan dan output kegiatan, maka diksar dilaksanakan ;
1. Dilaksanakan paling sedikit tiga hari tiga malam
2. Dilaksanakan di alam terbuka yang memenuhi dan mengakomodir semua elemen/unsur diksar. Terutama pemenuhan kebutuhan bahan praktek dan percontohan materi. Selanjutnya lokasi kegiatan akan disebut dengan medan latihan.

Kriteria lokasi pelaksanaan diksar ;
1. Bukan lokasi wisata/wana wisata (tempat wisata dengan konsep alam terbuka yang menjadi tujuan rekreasi dan refresing masyarakat yang di dalamnya terdapat fasilitas penginapan, playground, kolam renang/pemandian, pertokoan, dll).
2. Terdapat sumber air bersih atau dekat dengan sumber air (sungai, shelter air, kolam, dll. Bukan toilet).
3. Aman dari keberadaan hewan buas liar dan resiko besar terjadinya bencana alam.
4. Terdapat akses evakuasi medis yang cepat dan tidak terlalu beresiko.
5. Bukan merupakan jalur lintasan, baik manusia atau binatang.
6. Tidak terlalu dekat dengan perumahan dan perkebunan warga.
7. Dkontur medan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta kegiatan.

BAB 4
Materi
Selama kegiatan diksar dilaksanakan para peserta akan diberikan beberapa materi. Secara garis besar pemberian materi terbagi kedalam tiga kategori, yakni ;
1. Pemberian materi secara keseluruhan (artinya sebelum diksar dilaksanakan peserta belum pernah diberikan materi tersebut sedikitpun).
2. studi kasus (artinya sebelum diksar dilaksanakan peserta sudah pernah diberikan sebagian besar materi tersebut, dan sisa materi tersebut akan diberikan kepada peserta saat diksar, diselingi dengan praktek sederhana).
3. Simulasi (artinya sebelum diksar dilaksanakan peserta sudah menerima seluruh sub materi tersebut beserta prakteknya, sehingga saat diksar peserta hanya tinggal mempraktekkannya dalam sebuah skenario).

Berdasarkan alur pelaksanaan diksar, materi (materi wajib diberikan kepada peserta) terbagi menjadi :
1. Materi penunjang/persiapan diksar (pra diksar)
a. Latihan fisik dan klimatisasi
b. Manajemen perjalanan dan perbekalan
c. Kesehatan lapangan (keslap)/PPDL-PPGD
d. Ilmu medan
e. Komunikasi lapangan (komlap)
f. Motivasi
g. Sosialisasi pedesaan (sosped)

2. Materi inti diksar (diberikan saat pelaksanaan diksar-wajib diberikan).
 Bersifat optional. Artinya materi ini boleh disampaikan di masa pra diksar atau saat diksar, dengan mengacu pada kategori pemberian materi di atas.
a. Peta kompas/navigasi darat
b. Ilmu taksir-ukur (takur)
c. Tanggap darurat bencana (TDB) – pertolongan korban banyak/sistem triage
d. SAR darat dan ESAR darat
e. TFFS (time frame for survival)
f. Pioneering
g. Mental ideologi
h. Leadership/kepemimpinan
i. Motivasi
j. Team building dan team work
k. Olah fisik

BAB 5
Perangkat Panitia dan Perangkat Peserta
Pihak yang berhak menjadi panitia dari kegiatan diksar relawan RZ ini adalah masyarakat yang terdaftar sebagai relawan RZ dan sudah mengikuti diksar relawan RZ pada saat sebelumnya. Jikalau ada pihak di luar relawan RZ yang ikut terlibat, maka posisinya adalah sebagai konsultan kegiatan atau panitia tambahan di luar panitia inti pelaksana. Panitia pelaksana kegiatan diksar terbagi menjadi dua Kategori, yakni ;
1. Panitia diksar
Terdiri dari :
a. Panitia inti (ketua pelaksana, sekretaris, bendahara)
b. Tim publikasi dan sosialisasi
c. Tim Seleksi

Tugas dan fungsi ;
a. Panitia inti
1. Merancang konsep dasar diksar dan pradiksar.
2. Menyusun tim pelaksana lapangan diksar dan pradiksar.
3. Mengurus perizinan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
4. Melaksanakan fungsi hubungan masyarakat.
5. Menjadi jembatan penghubung antara panitia lapangan dengan pihak lembaga.
6. Mengurus dan mengelola keuangan kegiatan.
7. Menyusun laporan kegiatan.
b. Tim publikasi dan sosialisasi
1. Merancang media sosialisasi dan publikasi kegiatan. Termasuk spanduk kegiatan.
2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan penyebaran publikasi dan sosialisasi kegiatan.
c. Tim seleksi
1. Merancang konsep seleksi calon peserta kegiatan.
2. Mengurus perizinan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pelaksanaan proses seleksi.
3. Menyiapkan tim ahli yang bertugas melakukan seleksi.
4. Melakukan pertemuan untuk menentukan calon peserta yang lolos.
5. Melakukan pemberitahuan akan calon peserta yang lolos.

2. Panitia lapangan/tim pelatih (instruktur)
Masa Pra diksar terdiri dari ;
a. Danlat (Komandan latihan)
b. TATIB (tata tertib)
c. Pelatih regu
d. Logistik
e. Materi

Tugas dan fungsi ;
a. Danlat (komandan latihan)
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pemberian materi selama pradiksar.
2. Bertanggung jawab atas pembentukan mental calon peserta hingga terbilang siap.
3. Bertanggung jawab atas penguasaan materi para calon peserta.
4. Memimpin pelaksanaan pemberian materi tehadap calon peserta.
5. Memimpin rapat evaluasi tim lapangan.
6. Memobilisasi panitia lapangan pra diksar untuk melaksanakan kegiatan pra diksar.
7. Merancang aturan main selama kegiatan pra diksar bagi peserta dan panitia beserta anggota tim panitia lapangan pra diksar lainnya.

b. TATIB (tata tertib)
1. Memberikan sanksi hukuman kepada peserta yang melanggar aturan.
2. Melaksanakan absensi peserta pra diksar dan panitia.

c. Pelatih Regu
 Adalah relawan yang telah cukup menguasai mater-materi yang akan diberikan saat pra diksar dan diksar.
1. Menjadi asisten pemateri dengan cara menyampaikan materi tertentu kepada regu pesertanya sesuai dengan arahan pemateri utama.
2. Motivator bagi regu pesertanya, agar tidak mundur tengah jalan.
3. Jaringan komunikasi danlat kepada regu peserta.
4. Bertanggung jawab atas kehadiran regu pesertanya dalam setiap kegiatan pra diksar.
5. Selalu mengetahui kondisi/melakukan kontroling terhadap regu pesertanya.
6. Melakukan pendampingan terhadap peserta selama proses pra diksar dan persiapan diksar.

d. Logistik
1. Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk penyampaian materi atau kegiatan pra diksar. Berkoordinasi dengan tim materi.
2. Mempersiapkan tempat/lokasi yang akan dipakai untuk penyampaian materi atau kegiatan pra diksar.
3. Bertanggung jawab atas keberadaan dan penyimpanan barang-barang yang berkaitan dengan kegiatan pra diksar.
4. Bertanggung jawab atas pengadaan alat-alat yang diperlukan untuk kegiatan pra diksar.

e. Materi
1. Bertanggung jawab atas penyusunan kurikulum dan jadwal materi-pembinaan bagi peserta pra diksar bersama danlat.
2. Bertanggung jawab atas persiapan keperluan penunjang materi yang akan diberikan (mis : meminta bahan materi untuk dijadikan handout yang akan dibagikan ke peserta).
3. Bertanggung jawab atas penyediaan pemateri.
4. Menyusun susunan acara pada setiap kegiatan atau pertemuan materi selama pra diksar.
5. Menyusun soal tes bagi peserta bekerjasama dengan pemateri.

Masa diksar terdiri dari ;
a. Danlap (Komandan lapangan)
b. TATIB
c. Pelatih regu
d. Logistik
e. Materi dan acara
f. Basecamp dan dapur umum
g. Kesehatan/medis
h. Transportasi
i. Dokumentasi

Tugas dan fungsi ;
a. Danlap (komandan lapangan)
Bisa diisi oleh orang yang sama, orang yang menjadi danlat.
1. Memimpin dan memegang kendali atas semua sesi kegiatan diksar.
2. Memobilisasi panitia dan peserta diksar sesuai dengan konsep kegiatan diksar.
3. Memimpin rapat persiapan dan evaluasi panitia diksar.
4. Bertanggung jawab atas ritme dan kesinambungan setiap sesi kegiatan diksar.
5. Bertanggung jawab atas kondisi peserta kegiatan diksar.

b. TATIB
Bisa diisi oleh orang yang sama, orang yang menjadi TATIB pra diksar.
1. Memberikan sanksi hukuman kepada peserta yang melanggar aturan.
2. Melaksanakan absensi peserta pra diksar dan panitia.
3. Berperan sebagai time keeper kegiatan diksar.

c. Pelatih regu
1. Mendampingi peserta saat melaksanakan long march.
2. Melakukan absensi terhadap anggota regu pesertanya.
3. Melakukan pengecekan kondisi dan kesehatan setiap anggota regunya.
4. Melakukan pelaporan terhadap danlap apabila terjadi sesuatu terhadap anggota regunya, terutama menyangkut masalah medis.
5. Memberikan motivasi agar anggota regunya tidak mundur dari kegiatan diksar.

d. Logistik
Tugas dan perannya tidak jauh berbeda dengan masa pra diksar. Dan bisa diisi oleh orang yang sama. 

e. Materi dan acara
Tugas dan perannya tidak jauh berbeda dengan masa pra diksar. Dan bisa diisi oleh orang yang sama. 

f. Basecamp dan dapur umum
1. Bertanggung jawab atas operasional basecamp dan dapur umum.
2. Bertanggung jawab atas ketertiban dan penjagaan barang-barang panita.
3. Bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan minuman bagi panitia.

g. Kesehatan/medis
1. Bertanggung jawab atas operasional posko medis.
2. Bertanggung jawab atas penanganan kondisi peserta-panitia yang sakit.
3. Mengisi form data pasient yang dirawat.
4. Memantau kondisi kesehatan setiap peserta (terutama yang diberikan tanda sebagai peserta yang mempunyai penyakit) dan panitia.
5. Melakukan patroli kesehatan saat peserta istirahat.

h. Transportasi
1. Bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas transportasi. Baik untuk keperluan operasional diksar dan panitia, dan ataupun untuk keperluan medis.
2. Bertanggung jawab atas penggunaan fasilitas transportasi yang ada.

i. Dokumentasi
1. Bertanggung jawab atas pengadaan peralatan untuk dokumentasi kegiatan.
2. Bertanggung jawab atas kegiatan pendokumentasian kegiatan diksar.

Perangkat peserta ;
1. Komandan siswa (dansis)
2. Komandan regu (danru)

Tugas dan peranan ;
1. Komandan siswa (dansis) atau disebut juga ketua angkatan
a. Menjaga kondusifitas dan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung.
b. Membantu danlap secara tidak langsung, saat danlap memberikan suatu perintah kepada peserta.
c. Menjadi motivator bagi peserta lainnya.
d. Memimpin barisan siswa sesuai perintah danlap.
e. Melakukan pelaporan kepada pemateri/danlap ketika akan menerima dan selesai menerima materi.
f. Membawa panji/bendera organisasi selama kegiatan berlangsung.
g. Menjadi pemimpin apel siswa.
h. Melaporkan segala sesuatu hal yang harus dilaporkan ke danlap terkait kondisi peserta.
i. Selalu mengecek kondisi kesehatan para peserta.

2. Komandan regu (danru)
a. Menjaga kondusifitas dan keselamatan anggota regunya.
b. Membantu dansis dalam menjalankan perintah dari danlap/materi/panitia.
c. Membawa bendera regu selama kegiatan berlangsung.
d. Melaporkan segala sesuatu hal yang harus dilaporkan ke dansis terkait kondisi anggota regunya.
e. Menjadi motivator bagi anggota regunya.
f. Selalu mengecek kelengkapan dan kesehatan anggota regunya. 

BAB 6
PERLENGKAPAN DAN ATRIBUT PANITIA – PESERTA
Untuk menjaga kondisifitas dan infiltrasi pihak-pihak yang tidak berkepentingan dengan kegiatan diksar relawan RZ, maka semua unsur pelaksana kegiatan tersebut (peserta-panitia) mesti memiliki atribut atau ciri tertentu yang menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari kegiatan tersebut. Dan tanda/panitia tersebut adalah tanda yang sudah disepakati oleh semua panitia dan mudah dikenali.
Atribut panitia bisa berupa hanya satu benda khusus (mis : syal relawan) atau benda keseluruhan yang dipakai panitia (mis : tanda seoranf panitia adalah harus memakai syal relawan, kaus relawan, topi relawan, dll).
Demikian pula para peserta kegiatan, harus memakai atribut dan perlengkapan tertentu yang telah ditentukan oleh panitia. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan ;
1. Memudahkan panitia dan pihak luar dalam mengidentifikasi/mengenali peserta atau bukan.
2. Sebagai salah satu langkah personal safety procedure bagi peserta selama kegiatan.
Artinya perlengkapan yang dibawa peserta haruslah mengacu kepada kondisi medan, tujuan kegiatan dan kondisi peserta ada umumnya.
3. Meminimalisir resiko subjektive dan objektive danger dengan mempersiapkan peserta dengan perlengkapam yang cocok.
Mengingat konsep dan pola kegiatan diksar relawan RZ yang akan dilaksanakan, di bawah adalah standar peralatan yang harus dibawa oleh peserta :

  • Kegiatan rutim a. Kemeja lapangan tangan panjang tanpa lidah pundak b. Celana lapangan standar tanpa reslueting paha c. Gesper/ikat pinggang d. Topi rimba e. Kaus oblong putih f. Kaus kaki tebal panjang g. Sepatu lapangan Bahan ripstok atau drill america. Karena lebih cepat kering dan hangat Bahan ripstok, bukan katun. Ada lapis pantat dan lapis lutut, ada saku samping Bahan kulit atau webbing Bahan ripstok atau drill, ada tali leher Bahan katun tidak terlalu tebal-tipis, untuk baju rangkapan Bahan polyester/wol Sepatu khusus kegiatan alam terbuka, waterproof bukan sepatu kats atau sepatu sport biasa
  • Mobilisasi
a. Carrier/ransel
b. Cover bag (optional)
c. Pouches
Bahan kuat tidak mudah sobek, efisien, kuat membawa beban, air back system, ada pengaman dada dan pinggang, ukuran disesuaikan dengan barang bawaan
Bahan parasit waterproof sesuai ukuran carrier
Tas kecil, efisien untuk menyimpan barang pribadi yang sering dipakai

  • Kebutuhan pribadi a. Pakaian ganti b. Jacket outdoor activity c. Kaus kaki ganti d. Sarung tangan e. Kupluk/balaclava f. Perlengkapan shalat dan mushaf g. Sleeping bag/saroong bag h. Matras spons i. Sandal jepit j. Senter dan baterai- lampu cadangan/headlamp k. Peluit/wistle l. Lilin m. Ponco militer n. Webbing tabular o. Tali pramuka/prusik p. Veldples q. Polly bag Disesuaikan dengan pakaian rutin kegiatan Waterproof dan windproof Bahan polyester/wol Bahan polar atau kulit Bahan polar atau wol Waterproof dan windproof/dua sarung dijahit disatukan Bahan spons 3 mm, 40 x 180 cm Bahan karet spons Ukuran sedang, bukan senter charge Bukan peluit yang terdapat bola plastik kecil di dalamnya Minimal membawa 2 buah, satu kepala Bahan polyester, 4,5 m 10 m, 8 mm 1 set dengan wadah dan mug besinya
  • Pengolahan perbekalan (Nesting TNI, Kompor parafin, Parafin bakar, Korek api kedap air, Aitor/belati, Sendok makan, 1 set dengan handle dan wadahnya, 3 buah ukuran, bahan almunium, Bahan besi, standar TNI, Jenis tablet, Kriket atau korek api kayu biasa, Bisa untuk menetak, memotong, menyayat, tajam, bilah kuat, sarung kuat, digantung di pinggang,  Bahan stainless steel 5 First aid a. Analgesik b. Respiratory c. Obat luka d. GIT e. Vitamin f. Gunting kuku g. Gunting kecil/sedang h. Pembalut wanita Paracetamol 500 mg, obat flu-demam Obat batuk tablet Betadine, tensoplast, perban, kassa steril, alcohol 70 %, plester, cotton bud Oralit, diapet Vitamin C Khusus peserta putri
  • Membesihkan diri
a. Kanebo
b. Odol/pasta gigi
c. Sikat gigi
d. Sabun mandi cair
e. Shampoo sachet
Ukuran disesuaikan
Yang bisa dilipat

  • Materi Disesuaikan dengan kebutuhan materi yang akan disampaikan

BAB 7
PERATURAN KEGIATAN
Untuk menegakkan didiplin semua pihak dan demi tertibnya kegiatan, maka harus disusun peraturan-peraturan yang dirancang untuk mendukung kondisifitas kegiatan, memberikan ciri antara peserta kegiatan atau bukan, dan membangun disiplin semua unsur pelaksana kegiatan.
1. Aturan bagi panitia
1. Melaksanakan tugas sesuai dengan posisi dan peranannya.
2. Memberikan contoh akan sikap, karakter, dan penampilan kepada para peserta.
3. Saling menghormati, menghargai dan membantu sesama panitia.
4. Datang tepat waktu di lokasi atau medan latihan sesuai dengan perintah dan kesepakatan sebelumnya.
5. Tidak meninggalkan atau keluar dari lokasi kegiatan tanpa ada alasan atau selain tugas yang diberikan.
6. Selalu berkoordinasi atau meminta izin kepada danlap, apabila panitia ada keperluan untuk meninggalkan lokasi kegiatan atau medan latihan.
7. Memakai atribut atau tanda pengenal sesuai dengan yang telah disepakati.
8. Memakai pakaian atau perlengkapan yang telah disepakati sebelumnya oleh seluruh panitia.
9. Tidak boleh merokok dan minum-minuman keras.
10. Dilarang mengucapkan perkataan kotor, kasar, melecehkan dan tidak terpuji.
11. Dilarang melakukan tindakan asusila.
12. Mengembalikan barang yang telah dipakai kepada tempatnya semula.
13. Selalu berkoordinasi dengan panitia terkait untuk pemakaian barang-barang tertentu.
14. Dilarang membawa keluar siswa dari medan latihan tanpa seizin danlap atau di luar agenda kegiatan.
15. Tidak melakukan tumpang tindih peranan dan tugas.
16. Apabila akan memberikan masukan atau koreksi kepada sesama panitia, hendaknya tidak dilakukan di depan siswa tetapi dilakukan di belakang siswa/tanpa sepenglihatan siswa.
17. Wajib mengikuti pertemuan/briefing dan rapat evaluasi yang diagendakan danlap.
18. Dilarang memprovokasi peserta dengan tujuan untuk memboikot kegiatan.
19. Dilarang memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada peserta, jika tidak diinstruksikan oleh danlap.
20. Menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran kegiatan.

2. Aturan bagi peserta
1. Selama kegiatan berlangsung peserta akan dipanggil dengan panggilan siswa, bukan kamu, kau, akhi, mas, bang, mba atau yang lainnya.
2. Memakai atribut atau tanda identitas sesuai dengan yang telah diperintahkan panitia.
3. Membawa perlengkapan dan peralatan sesuai dengan yang telah diinstruksikan oleh panitia dan telah dicek kelayakannya oleh panitia lapangan.
4. Tidak membawa peralatan atau barang yang tidak diperintahkan oleh panitia.
5. Datang tepat waktu di lokasi yang telah ditentukan oleh panitia, berdasarkan kesepakatan waktu yang telah diinformasikan oleh panitia.
6. Tidak boleh merokok dan minum-minuman keras.
7. Tidak boleh berkata kasar, omes/jorok dan ucapan tidak terpuji lainnya.
8. Tidak meninggalkan medan latihan tanpa seizin danlap dan tanpa alasan yang syar’i.
9. Mengikuti semua bentuk materi dan kegiatan dengan sungguh-sungguh dan tanpa kecuali dan banyak mengeluh.
10. Melakukan semua aturan/etika siswa.
11. Dilarang melakukan tindakan asusila.
12. Dilarang memasuki bivak siswa putri.
13. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diperintahkan oleh danlap atau panitia.
14. Selalu meminta izin ketika akan melakukan aktivitas di luar materi kepada danlap.
15. Saling menjaga dan mengingatkan antar siswa.
16. Tidak ada siswa yang paling pintar, senior, jago atau hebat. Semua sama rata.
17. Melaksanakan perintah danlap, panitia atau pemateri dengan sungguh-sungguh, sigap dan tanpa mengeluh.
18. Siap menerima sangksi hukuman ketika melakukan kesalahan.
Sanksi/hukuman
Setiap kesalahan yang dilakukan pastilah akan dikenakan hukuman. Hukuman diberikan bukan untuk menunjukkan kekuasaan panitia terhadap peserta. Tetapu untuk membangun kesadaran bahwa segala sesuatu yang dilakukan akan memiliki ekses atau akibat/resiko yang harus ditanggung. Bukan hanya berlaku selama diksar, tetapi juga berlaku pada kehidupan sehari-hari.
Diharapkan dengan diberlakukannya hal tersebut di atas dapat menjadi sarana latihan untuk berlatih bertanggung jawab dan komitmen dengan perbuatan atau perkataan yang dikeluarkan. Sehingga mental disiplin akan terbentuk.
Setiap hukuman diberikan dalam bentuk gerakan fisik. Model gerakan fisik diserahkan kepada kebijakan panitia. Hukuman fisik diberikan karena akan langsung memberikan efek secara fisik kepada peserta. Berbeda dengan hukuman berupa hafalan atau yang sejenisnya.

BAB 8
PENUTUP
Alhamdulillah juklak sudah dapat terlaksana. Semoga juklak ini bisa memberikan gambaran akan kegiatan diksar yang akan dilaksanakan dan bagaimana pengelolaannya. Beberapa hal teknis yang terdapat dalam juklak ini akan dijelaskan dalam juknis kegiatan diksar relawan RZ 2013.
Semangat !!!!


Bandung, 7 Oktober 20xx


Dedih Sutaryadi P.
Training and Development Head

KOMITE RELAWAN NUSANTARA

Sunday, September 1, 2013

Mengapa Harus Berjamaah

1. Berjamaah adalah fitrah manusia, dalam Qur’an, manusia disebut sebagai :
  • Insan – cerdas (belajar)
  • Tabasyar – fisik (makan dan minum)
  • An-nas – sosial (interaktif, bermasyarakat) – pelihara hubungan dengan tamu dan tetangga
2. Berjamaah adalah Daurah syar’iyah (perintah agama). Semua syariat pasti ada sifat kejamaahannya, misal :
  • Sholat wajib –> untuk laki2 diwajibkan berjamaah, dan dalam 1 minggu ada perintah berkumpul untuk sholat jum’at
  • Sholat sunnat –> ada sholat idul fitri, idul adha, sholat istisqo (di sini justru malah dianjurkan membawa hewan ternak sekalian ke lapangan)
  • Puasa –> berjamaah pada bulan ramadhan
  • ZIS –> sudah pasti ada efek bagi pemberi maupun penerima.
  • Haji –> merupakan cerminan jamaah ummat Islam sedunia
  • Bahkan sampai makan pun dianjurkan untuk berjamaah, karena ada keberkahan di dalamnya.
  • Beberapa perintah berjamaah dalam Quran : Qs. 9:71, Qs. Asshof:4, Qs. al anfal:62-64
3. Berjamaah adalah sarana dalam Dauroh Assiasah (Strategi perjuangan Islam)
  • Kebenaran perlu diikat dalam barisan
  • Dalil : Allah memenangkanmu dengan pertolongan-NYA dan kontribusi aktif kaum muslimin (bil mukminin).
Akibat Tidak Berjamaah
Dalil : Qs. Al Anfal : 73, Qs. 2:120
  • Orang kafir saja berjamaah, jika kaum muslimin tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kehancuran yang besar bagi kaum muslimin.
  • Orang kafir tidak akan ridho (Lan tardho’ –> sampai kapan pun & tidak akan ada perubahan sedikitpun). Target mereka untuk kita :
1.      Ittiba’ul millah – kita ikut agama/pandangan hidup mereka
2.      Alhawaa’u millah – kita mengikuti hawa nafsu mereka seperti cara berpakaian, perilaku sehari-hari, cara berfikir, sehingga terjadi split personality antara perilaku sehari-hari dengan pandangan hidup Yang Islami.

Pilar Jamaah
1. Tauhid (innasholati, wanusuki…) – Landasan dan tujuannya hanya kepada Allah SWT (ikhlas)
2. Musawwah (persamaan)
·         Qur’an : Setiap engkau adalah dari Adam, adam adalah dari tanah
·         Jangan merasa paling benar dan paling suci serta paling baik.
·         Posisikan sejajar dengan orang lain dan jangan memandang secara parsial, karena Allah sendiri menilai kita berdasarkan ketaqwaan kita kepada-NYA. (Quran)
·         Qs. Annahl : 97
3. Musyawarah
  • Dalil : As syuro’:38, 3:159
  • Perintah syuro’ adalah setelah masing-masing elemen melaksanakan perintah Allah terlebih dahulu. Artinya :
    1. Orang yang punya komitmen taqwa yang boleh diajak syuro’
    2. Orang yang terbina dengan ibadahnya yang akan menghasilkan syuro yang berkualitas.
  • Walau pun niat sudah sama baik, tetapi jika tidak dikomunikasikan bisa saja menghasilkan keburukan, terutama untuk kemaslahatan publik (kebijakan untuk masyarakat.
  • Beberapa teladan syuro’ dalam Qur’an & hadits :
1.      Saat Allah menciptakan manusia, Dia berkomunikais dengan para malaikat-NYA. Padahal Allah dengan kekuasan-NYA tidak perlu itu sebetulnya. Ini adalah pelajaran yang indah dari Allah.
2.  Saat Rasul mendapatkan tawanan perang, tindakan terhadap mereka disyuro’kan dulu dengan Abu Bakar dan Umar ibn Khotob. Padahal Rasulullah adalah penentu hukum.
3.      Saat perang khandaq, Rasulullah mengumpulkan sahabat untuk tarik saran dan memilih saran Salman al farisi.
4. Ta’awun (gotong royong)
  • dengan tidak saling menghina, menjatuhkan atau merendahkan
  • tidak mendzolimi
  • membangun kerjasama pemikiran, harta dan tenaga.
5. Attahirriyah (Pengurbanan)
  • toleransi, berkorban waktu, perasaan dan fisik
  • jangan emosional, endapkan perasaan untuk mendahulukan saudara kita.
6. Takaful Istima’ (senasib sepenanggungan)
  • Seperti satu tubuh.
  • Jika ada yang sedang futur (=kendor semangatnya, jenuh), maka yang lain akan menyemangatinya.
7. Jihad-Ijtihad-Amal sholeh – dipupuk dengan kajian-kajian keilmuan (baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu dunia), sehingga :
  1. memiliki daya juang yang selalu diperbarui
  2. memiliki kemampuan berkreasi denga kreatifitas yang terus mengalir
  3. memiliki semangat berbuat berlandasan amar ma’ruf nahi munkar yang nyata
8. Fastabiqul Khoirot (berlomba dalam kebaikan)
  • Landasannya Qs. 3:114
  • Berfikir dan beramal dengan semangat apa yang dapat kuberikan kepada masyarakat sekelilingku.
9. Tasammuh (Toleransi / tenggang rasa)
  • dewasa dalam menghargai perbedaan
  • Pesan Ulama Abdullah bin Nuh : bersatu dalam ushul (syariat yang berdalil jelas, seperti jumlah rokaat sholat), tasammuh pada furuiyyah (syariat hasil ijtihad, seperti qunut)
10. Ukhuwah (Persaudaraan) – Qs. Al Hujarat 10-12, tuntunan untuk memelihara ukhuwah, yaitu meninggalkan hal-hal di bawah ini :
  1. saling mencemooh (su’riyah)
  2. saling merendahkan atau menghina
  3. saling memberi predikat buruk kepada saudara
  4. suu’udzon (berburuk sangka)
  5. tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain)
  6. ghibah (menceritakan kejelekan orang yang ada padanya) – dosanya adalah seperti memakan bangkai saudaranya. Apalagi bukhtan (menceritakan sesuatu yang keburukan yang tidak ada padanya)
11. Tabayyun (klarifikasi)
  • cek dan re-cek setiap infomasi atau perbedaan yang ada
  • cara melakukannya adalah silaturrahim, seperti yang ada pada Qs. Alhujarat : 6