Nah ini penting banget nih, bagi yang mo ngerjain skripsi tentang katalis heterogen maupun adsorben logam. Yah prinsip sebenanya tetep sama, yaitu keinginan permukaan pada padatan untuk meminimalisasi energi permukaannya dengan mengandeng senyawa lain alias teradsorp. Ada dua tipe adsorpsi yaitu secara fisik dan adsorpsi secara kimia. Keduanya sih sama penting artinya bagi permukaan padatan. Karena dengan ke dua cara itu permukaan padatan dapat dikenali karakternya oleh pengguna. Misal permukaaanya berpori kecil atau besar, terus porinya memanjang atau cuma berlubang, tau malah permukaannya berjerawat? (lho…)
Fisisorpsi atau kemisorpsi tentu memiliki
ciri tersendiri, namun yang jelas pada umumnya reaksi akan terjadi setelah
mengalami kemisorpsi, misal reaksi disosiasi, reaksi pembentukan dan lain-lain
pada permukaan padatan.
Beberapa teori di kemukakan untuk
menerangkan fenomena teradsoprnya molekul pada padatan. Henry, Langmuir,
Polanyi dan bapak ilmuwan tempoe doeloe lainnya yang saya juga belum kenal.
Tapi, ada satu prinsip paling mendasar yang digunakan mereka dalam meneragkan
teorema tersebut, yaitu “posisi menentukan adsorpsi” (:P)
Adalah permukaan yang memiliki situs
aktif, yeah as we know, tidak semua permukaan pada padatan mampu sebagai tempat
adsorpsi. Situs aktif inilah yang nantinya menjadi incaran molekul untuk
bisa teradsorp. Bayangkan jika padatan memiliki 10 posisi situs aktif kosong,
terus ada 100 molekul yang berebutan. Yup pada saat 10 posisi sudah terisi
penuh bisa jadi adsorpsi mentok, dan molekul tidak lagi mampu teradsop.
Bagaimana jika dari 10 situs aktif hanya
terisi 2 molekul saja, berapa coveragenya ? Jika demikian coveragenya
adalah 1/5 dan apa bila terisi semua maka coverage padatan tersebut adalah 1.
Coverage dirumuskan sebagai
θ = a/am
dimana a adalah jumlah situs terisi, dan am
adalah jumlah total situs permukaan.

Setiap molekul memiliki tegangan permukaan
yang berbeda-beda. Bagaimana arah gaya setiap molekul air yang menempel pada
permukaan padatan diatas, apa yang anda lihat? Ya di dalam air, arah gaya tiap
molekul adalah simetris, sedang pada permukaannya tidak.
Demikian pula sebuah adsorben, apabila satu
sistem uap air yang teradsorp pada permukaan cairan maka perbedaan gaya
permukaan ini yang bekerja.

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa agar energi Gibs selalu minimum, maka ada dua hal keboleh jadiannya agar energi gibs selalu minimum sehingga adsorben berupa larutan tersebut mampu mengadsorp lebih baik.
1. Anda memiliki senyawa murni dengan sifat
memiliki tegangan permukaan yang rendah
2. Anda mencampur senyawa murni yang sudah
anda miliki dengan senyawa lain yang memiliki tegangan permukaan lebih rendah
Lalu apa yang terjadi dengan tegangan
permukaan larutan campuran apabila masing-masing larutan memiliki tegangan
permukaan yang berbeda?
Dalam rangka menstabilkan gaya tegangan
permukaan dipermukaan adsorben maka adsorben berusaha menarik senyawa lain
sehingga gaya permukaannya stabil ke segala arah
Menurut kamu fenomena, hal-hal apa saja
yang dapat kamu ceritakan mengenai adsorpsi?
Perhatikan gambar berikut, sebuah ilustrasi
adsorpsi yang terjadi pada permukaan adsorben
terdapat sejumlah molekul pada daerah
terasir, yang disebut dengan surface exess amount. Coba tunjukan pada daerah
manakah itu?
Jumlah surfaktan teradsorpsi per satuan
luas dapat dihitung dari permukaan atau pengukuran tegangan antarmuka
Tanda positif atau negatif dari surface
exess pada formula tersebut mengindikasikan adsorpsi dapat berlangsung atau
tidak. Kapan terjadi adsorpsi positif (adsorpsi terjadi) dan adsorpsi negatif
(adsorpsi tidak terjadi) ? serta bagaimana orientasi adsorpsi dari suatu
adsorbat?
2. Adsorpsi Gas-Padat
Interaksi antara adsorbat dan adsorben dapat di bagi menjadi dua tipe. Yaitu fisisorpsi dan kemisorpsi. Perbedaan keduanya tampak seperti pada gambar berikut.
Teori yang mendasari adsorpsi dibagi menjadi tiga
1. Theory Henry
Kondisi : Berlaku pada tekanan (P) rendah, monolayer, jumlah molekul teradsorp sesuai jumlah sisi aktiv adsorben.
2. Theory Langmuir
Kondisi : Apabila tekanan > pada tekanan Henry, monolayer monomolecular, jumlah molekul teradsorp dapat melebihi jumlah sisi aktiv adsorben, adsorpsi pada layer pertama menghalangi gaya adsorpsi adsorbent untuk mengadsorp molekul lebih banyak lagi.
persamaan teori langmuir dapat di konversi menjadi

3. Teory Eucken dan Polanyi
Asumsi :
1. Gaya adsorpsi bekerja pada jarak yang mampu melebihi dimensi monomolekul (layer pertama) dan bahwa gaya tersebut tidak benar-benar terlindung atau terhalangi oleh lapisan pertama adsorbat
2. Memiliki karakter difusi
3. Memiliki densitas adsorpsi yang bergantung jarak terhadap permukaan asorbent
4. Bergantung pada potensial adsorpsinya (ε) dan volume lapisan adsorpsi (Vs)

4. Teori BET
Asumsi :
1. Permukaan Homogen
2. Tidak ada interaksi antar adsorbat
3. Layer pertama memiliki panas adsorpsi
4. Layer kedua dan berikutnya memiliki panas kondensasi
5. Layer paling atas berkesetimbangan dengan fasa uapnya
6. Pada tekanan jenuh, jumlah layer menjadi tidak terbatas

Ilustrasi grafik adsorpsi teori BET adalah sebagai berikut

Pada saat terjadi adsorpsi, penambahan tekanan menyebabkan penurunan luas permukaan adsorpsi, namun semakin tinggi tekanan sehingga p > p0 akan menaikkan lagi adsorpsi
4. Adsorpsi cair padat
Adsorpsi larutan pada material padatan sedikit berbeda. Karena larutan melibatkan minimal dua komponen. Yaitu zat yang larut dan zat yang terlarut. Komposisi kedua komponen itu apabila dirubah maka jumlah yang teradsorp juga mengalami perubahan. Antara zat pelarut dan zat yang terlarut bisa saja berkompetisi untuk mudah teradsorp. Bergantung kesesuaian sifatnya dengan adsorben.Meskipun prinsip adsorpsinya sama, namun perlu diperhatikan apakah sistem larutan yang dimiliki tersebut bersiap ideal atau tidak.
Adsorpsi terjadi pada permukaan padatan, oleh karena itu ada 4 sistem yang perlu diketahui, yaitu bahwa dalam larutan yang akan mengalami adsorpsi ada sebagian molekul zat terlarut berada pada permukaan interface padatan dan sebagian lainnya ada pada fasa bulk yang jauh dari permukaan padatan. Demikian juga pelarutnya, ada sebagian molekul yang berada pada permukaan interface padatan dan sebagian yang lain ada di fasa bulknya. Disimbolkan sebagai berikut
xs1 dan x1, adalah fraksi mol zat terlarut pada permukaan padatan dan fraksi mol zat terlarut pada fasa bulknya
xs2 dan x2, adalah fraksi mol zat pelarut pada permukaan padatan dan fraksi mol zat pelarut pada fasa bulknya
Rumus surface excess amount dapat dihitung dari

Bagaimana dalam eksperimen memperoleh data dari jumlah yang teradsorp?
Pada dasarnya ada dua cara, yaitu menimbang adsorben setelah mengadsorp dan menkarakterisasi senyawa yang ada di adsorben atau dengan mengukur dan menganalisa zat sisa yang tidak teradsorp. Jika anda ingin cara yang menantang tentu pilihan pertama menggiurkan.
Secara umum, jumlah yang teradsorp ditentukan dengan cara yang ke dua. Melalui persamaan berikut.

dimana nσ1(v) = molekul teradsorp, Γ1(v) = Surface excess amount, m = massa adsorben, V = volume larutan, s = luas permukaan adsorben,co1 = Konsentrasi adsorbat saat adsorpsi maksimum, c1 = konsentrasi sisa adsorbat.
3. Adsorpsi dan teori BET
Apa yang akan diperoleh dari belajar teori ini ?1. Anda dapat menentukan luas permukaan suatu padatan
2. Anda dapat menentukan ukuran pori padatan
3. Anda dapat menentukan bentuk struktur pori
Yeah, ke tiga hal di atas penting untuk dikuasai. Kegiatan riset yang melibatkan material selalu memerlukan teknik pengukuran ini untuk mengetahui karakter dan sifatnya.
Asumsi dasar
- Teorema adsorpsi langmuir berlaku untuk setiap layer adsorbat yang teradsorp
- Adsorbat yang menemukan situs aktif yang sudah terisi tidak langsung serta merta meninggalkannya
- Adsobat tersebut mengalami short-live membentuk adsorpsi kompleks dengan adsorbat yang sudah teradsorp di situs aktiv
- Semakin naikknya tekanan sehingga p mendekati tekanan uap jenuh po maka jumlah situs bebas pada permukaan adsorben berkurang, demikian juga jumlah situs aktiv yang yang terisi single molecule (layer pertama) akan mengalami penurunan (lihat gambar )




Dengan nilai Eads vs Econd bisa bervariasi, lebih besar, lebih kecil atau sama. Sehingga grafik adsorpsi menurut lagmuir bisa dibedakan menjadi empat tipe.

Dari persamaan BET maka luas permukaan dapat di ketahui

surface area di peroleh dari

S = luas permukaan total
N = bilangan Avogadro
ωm = luas tampang lintang molekul adsorbat
——————————————Histeresis—————————————-
Histeresis atau loop atau percabangan yang terjadi pada
grafik adsorpsi menunjukkan adanya pori pada material tersebut. Hal ini
disebabkan oleh kondensasi kapiler adsorbat dengan dinding pori adsorben.
Sehingga proses desorpsinya terjadi pada tekanan dibawah tekanan adsorpsinya.
Ilustrasinya sebagai berikut
Tipe-tipe pori
berdasar histeresis (Oscik, 1982)
Penentuan Surface area pada di ukur pada tekanan rendah yaitu tekanan p/p0 diukur antara n0l sampai 0,05 sedang untuk menentukan pori pada tekanan yang lebih tinggi. Dalam hal ini tekanan p/p0 diukur antara nol sampai 1.