Friday, November 8, 2013

Studi Kasus Navigasi Darat (Contoh Soal)


Setelah melakukan orientasi medan, saya ada di Dukuh Dengkeng, Desa Plumpung, Magetan. Tanda medan yang saya ketahui adalah Gunung Cemoro Penganten dan Gunung Gubakan. Setelah membidik, posisi saya 268 dari Gunung Cemoro Penganten dan 301 dari Gunung Gubakan.
Tujuan kami adalah ordinat 8490;3330 untuk mengamati flora fauna endemik. Setelah itu, kami harus menuju ordinat 8310;3310 untuk pengamatan kedua. Selanjutnya kami menuju 8375;3285 untuk mendirikan camp dan mencari air.
Pada saat malam hari terjadi badai dan hujan deras. Peta dan data lupa kami masukkan dengan aman dan hancur karena basah. Keesokan harinya, kami cek ternyata masih ada 1 peta yang tersisa tapi kami lupa posisi kami.
Tanda medan yang masih ada adalah Gunung Cemoro Penganten dan sebuah gunung yang kami bidik lokasinya 150 dari posisi kami. Setelah mengetahui posisi, kami bergerak menuju desa terdekat. Buatlah jalur dari awal pemberangkatan sampai masuk di desa terakhir.

Penyelesaian :
Mencari posisi di peta terlebih dahulu.
Plotkan azimuth dan back azimuth untuk mencari resection (titik awal posisi).
Jika >180 maka di(-) dan sebaliknya.
Ditemukan, 88 dari Gunung Cemoro Penganten dan 121 dari Gunung Gubakan.
Plotkan derajat angka yang sudah ditemukan dari perhitungan di peta, maka akan ditemukan titik perpotongan 2 sudut yang menunjukkan posisi kita di peta (menggunakan bantuan protaktor).
Langkah selanjutnya adalah mencari 3 titik ordinat tujuan di peta dengan menggunakan bantuan protaktor.
Setelah badai terjadi, lakukan orientasi medan dan orientasi peta maka akan ditemukan lagi posisi kita di peta (jika perlu bidik beberapa spot / tanda tertentu dengan kompas). Ikuti kontur tanah dan medan untuk menuju ke lokasi selanjutnya.

Selesai.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah meninggalkan komentar :)